Dalam kehidupan kita, terdapat berbagai karya sastra seperti novel, puisi, dan drama yang merupakan bagian dari sejarah pembacaan manusia dari zaman ke zaman yang sesungguhnya telah berlangsung berabad-abad. Karya sastra telah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dalam sejarah kehidupan kita.
Sastra adalah bagian dari warisan budaya kita yang bebas tersedia untuk semua orang, dan yang dapat memperkaya hidup kita dengan cara imajiner dan makna. Membaca karya sastra dapat menghibur, dapat menimbulkan situasi bathin atau kejiwaan yang indah, lucu, atau bahkan tragis. Karya sastra dapat menyampaikan kedalaman pemikiran pembaca berbagai bentuk kekayaan emosi, dan wawasan tentang karakter. Karya sastra dapat membawa pembaca melampaui pengalaman hidup sehari-hari yang terbatas. Karya sastra dapat menunjukkan kepada kita kehidupan orang lain di lain waktu. Karya sastra dapat memproses dan berdialog dengan intelektual dan emosional kita, serta memperdalam pemahaman pembaca tentang sejarah diri mereka, sejarah masyarakat, dan sejarah kehidupan manusia itu sendiri.
Melalui karya sastra yang berkualitas seperti karya-karya novel Pramoedya Ananta Toer, novel Marah Rusli, hingga sajak-sajak W.S. Rendra akan menunjukkan kepada kita siapa diri kita dulu dan sekaligus menemukan bahasa kita. Melalui sastra, generasi manusia dapat menyerap berbagai gagasan kehidupan melalui bahasa itu sendiri, kosa kata, tata bahasa, dan nada .Cara sastrawan menggunakan bahasa mewujudkan suasana budaya dari waktu mereka hidup dan merefleksikan kehidupan. Karya-karya sastra dapat membawa kita, melalui imajinasi, kembali ke akar budaya kita, dan rasa kesinambungan dan perubahan yang kita dapatkan dari sastra untuk membantu kita memahami dunia yang sedang berlangsung.
Mengapa kita perlu mempelajari sastra kita, bukan sekedar karena didalamnya ada kualitas bahasa kita. Mempelajari sastra juga berarti kita menelusuri ilmu pengetahuan dalam bentuk pemikiran yang telah direfleksikan oleh pengarang, kita dapat memperoleh wawasan dari ide-ide tentang dunia dan realitas yang digambarkan pengarang melalui bahasa. Bahkan kritik-kritik soial, politik, hukum, yang terdapat dalam sastra dapat membantu kita membuat keputusan dalam transisi kehidupan sosial, politik, dan hukum.
Sastra adalah bagian dari warisan budaya kita yang bebas tersedia untuk semua orang, dan yang dapat memperkaya hidup kita dengan cara imajiner dan makna. Membaca karya sastra dapat menghibur, dapat menimbulkan situasi bathin atau kejiwaan yang indah, lucu, atau bahkan tragis. Karya sastra dapat menyampaikan kedalaman pemikiran pembaca berbagai bentuk kekayaan emosi, dan wawasan tentang karakter. Karya sastra dapat membawa pembaca melampaui pengalaman hidup sehari-hari yang terbatas. Karya sastra dapat menunjukkan kepada kita kehidupan orang lain di lain waktu. Karya sastra dapat memproses dan berdialog dengan intelektual dan emosional kita, serta memperdalam pemahaman pembaca tentang sejarah diri mereka, sejarah masyarakat, dan sejarah kehidupan manusia itu sendiri.
Melalui karya sastra yang berkualitas seperti karya-karya novel Pramoedya Ananta Toer, novel Marah Rusli, hingga sajak-sajak W.S. Rendra akan menunjukkan kepada kita siapa diri kita dulu dan sekaligus menemukan bahasa kita. Melalui sastra, generasi manusia dapat menyerap berbagai gagasan kehidupan melalui bahasa itu sendiri, kosa kata, tata bahasa, dan nada .Cara sastrawan menggunakan bahasa mewujudkan suasana budaya dari waktu mereka hidup dan merefleksikan kehidupan. Karya-karya sastra dapat membawa kita, melalui imajinasi, kembali ke akar budaya kita, dan rasa kesinambungan dan perubahan yang kita dapatkan dari sastra untuk membantu kita memahami dunia yang sedang berlangsung.
Mengapa kita perlu mempelajari sastra kita, bukan sekedar karena didalamnya ada kualitas bahasa kita. Mempelajari sastra juga berarti kita menelusuri ilmu pengetahuan dalam bentuk pemikiran yang telah direfleksikan oleh pengarang, kita dapat memperoleh wawasan dari ide-ide tentang dunia dan realitas yang digambarkan pengarang melalui bahasa. Bahkan kritik-kritik soial, politik, hukum, yang terdapat dalam sastra dapat membantu kita membuat keputusan dalam transisi kehidupan sosial, politik, dan hukum.
Mempelajari sastra berarti mempelajari bahasa, pemikiran, gagasan, budaya, dan tradisi. Lebih dari itu, mempelajari sastra akan memperkenalkan kita sebeuah dunia baru pengalaman, membawa kita berkelana pada pemikiran dan gagasan dunia baru yang berbeda sehingga membuat kita kaya secara intelektual. Mempelajari sastra berarti belajar untuk menafsirkan pesan pengarang dalam karyanya secara akademis. Secara formal, mempelajari sastra berarti melakukan “decoding teks” melalui seperangkat teori sastra, dengan menggunakan pendekatan, mitologis sosiologis, psikologis, historis, atau lainnya.
Mempelajari sastra berarti melengkapi diri sebagai manusia yang tuntas.
Mempelajari sastra berarti melengkapi diri sebagai manusia yang tuntas.
Ahyar Anwar